Dengungan Sepi

Teriakan kembali mendengung

Piring gelas lalu berdentang

Tapak kaki terus berdetak

Berisik!

Aku hanya ingin menisik

Tidur yang terus berkelit

Rebah yang lama mendelik

Hantaman palu godam meresah di telinga

Benturan pintu ledakkan kepala

Tampar saja berulang kali pangkalan paha

Mereka ada tapi aku hampa

Dia belalakkan mata tapi saya tak berindera

Mereka bilang aku tak berperasaan

Saya bilang saya cuma kesepian

                            

Pelajaran Tentang Cinta

"Di sini, di kota ini, malam hari ia mengikatku pada tempat tidur dan memberi aku dua pelajaran pertamaku tentang cinta. Inilah wewejangnya : Pertama, hanya lelaki yang boleh menghampiri perempuan. Perempuan yang mengejar-ngejar lelaki pastilah sundal. Kedua, perempuan akan memberikan tubuhnya pada lelaki yang pantas, dan lelaki itu akan menghidupinya dengan hartanya. Itu dinamakan perkawinan.

Kelak ketika dewasa, aku menganggapnya persundalan yang hipokrit"

Utami, Ayu. (2001). Saman. Jakarta, Kepustakaan Populer Gramedia.

Apa Juga Aku Bilang...

Cinta mengendap

rindu merayap

nafsu meledak

Malam itu kita bertemu

dimana raksasa mencari

dan peri menari

dalam sinar yang pucat pasi

Tancapkan cakar pada kulitmu yang nanar

meliuk-liuk dan berputar

kita menari untuk merayakan

Jangan pakai hati aku bilang

karena aku datang belakangan

Jangan pakai hati

karena hati mudah jatuh

jangan mudah jatuh hati

Kutunggu dan kuragu

kurasa aku memang tak suka menunggu

karena jika aku mau

aku cari dan aku malu

Aku tercebur ke dalam kolam rindu

tanpa ada perdu di kalbu

kolam ini dingin dan kelu

tanganku juga sudah biru

Kata mereka aku harus mundur

karena lelaki tidak suka diatur

main saja tarik ulur

nanti juga mereka kendur

Jemari ini sudah liat menggapai

seperti ikan koi yang capai

dan tenggorokan ini sesak

dengan air kolam yang penuh isak

Jangan pakai hati aku bilang

nyesel juga aku pikir sudah bilang begitu

karena hati yang ini memang mudah jatuh

Tapi kurasa dia juga tidak peduli

karena dia lelaki yang sopan

karena dia menjaga perasaan

yang datang duluan

Lelaki gampang penasaran

tapi bodohnya aku kasih dia jawaban

yang tersisa hanya kenangan

tapi hilang sudah keduluan

~ inspiration comes from a pack of cigs...

Beku Kembali

Mengambang tanpa pegangan dalam sebuah kenangan

Serpihan perasaan berhembus perlahan

Rentetan pikiran mengalir tanpa batas

Pecahan hati meretak di jalan pintas

Bahwa diri telah terbuai dalam perih

Halusinasi semu tergores luka pedih

Buyarkan sebuah kata percaya

Sementara keyakinan belum tersentuh

Waktu telah memberi bukti

Diri ini takkan pernah mati

Sakit dan dera tidak pernah berarti

Bagi hati yang beku sekali lagi

~ to my sweet "escape"

Lost

There are times in your life when you don’t know to do.

When you feel completely numb, can’t feel your hand or even your own heart-beat.

You don’t know who to trust.

You don’t know the difference between right and wrong.

You can’t tell the fact on being sincere or dishonest.

You don’t know what to believe in life anymore.

You don’t know who’s to blame for faults.

You don’t know what the future holds.

You feel that your past is only haunting you.

You see that tiny little dot of light at the end of the road,

but you don’t know how to get there and when will you get there.

This is the time in my life when I’m completely lost...

Maafkan Sayank

dalam setiap masa

ada kala untuk tawa

maupun tetes air mata

mata hati yang pernah ada

telah hilang tak berasa

sekejap bekas ternelangsa

ikatan yang dahulu berarti

tinggal kenangan sendiri

terasa kosongnya nurani

hampa tanpa makna ini

ingin teriakkan kata maaf

bahwa diri ini telah munaf

andai air mata ini bisa menetes

sebagai tanda aku bukan es

tapi semua yang ada takkan kembali

dan luka itu telah tersakiti

cinta ini bagai belati tajam

yang hanya bisa merajam

insan polos tak berkelam

mengapa aku bisa begitu kejam?

~ the after-glow of the greatest surprise birthday party ever... 12.06.2007

Titik Temu

Puan tumbuh terpaku dalam sanubari

Jiwa tergoyah tersengat matahari

Galau terbias rasa dihati

Berharap impian yang dinanti

Resapi titian jalan ini

Dalam waktu yang tak mau berhenti

Setitik risau akan nodai

Mimpi yang sudah berjanji

Terpejam mata memanjatkan doa

Terbesit kata menancap ke jiwa

Memberikan arti akan rasa

Menjalin kasih bagaikan cerita berbuah asmara

Bagai kilatan tari

Cepat kesat detik berlari

Entah apa yang ada di dalam perigi

Yang meluap meluas makin hari

Sentuhan kasih merenda janji

Bersandarkan keagungan kasih dihati

Berselimut kasih putih nan suci

Menyeruak hidup penuh dengan arti

Jemari bertaut dalam kalut

Bibir terpagut kuat penuh takut

Sampai nanti hati ini kelu

Mungkin tak perlu lagi ada ragu

Bahwa aku sayang kamu…

24/6/07 - Q S

One Morning Lesson

Streets of Jakarta are like men.

Unpredictable.

Sejinjit Lagi

Kurentangkan kaki ke kiri
Cahaya malam tembus sela-sela jemari

Rasanya ingin kutendang kaca depan
Karena kau terus bungkam

Kekakuan kembali menyelam
Kebisuan terus mencekam

Aku tuh pengen terbang
Tangan terentang
Urat jemari mengejang

Kepakan sayap sudah terasa
Bulu kuduk merinding berperisa

Satu hembusan nafas akupun lepas
Darimu aku bebas

Tak semudah itu sayang
Karena hatiku sudah kaupegang

Satu jinjit lagi biarkan
Telan ludah kutahan

Terpaku jari-jari kecil ini
Terpasung sudah langkah berani

Memang tak bisa lagi
Pergi ke lain hati...

Poetic Conversation

Matanya melalang.

Hatinya menggarang.

Tangannya berkarang.

Dekapmu harusnya binal.

Ciummu harusnya mahal.

Hatimu harusnya kekal.

Ego.

Kata kecil yang pahit.

Yang kutelan sampai sakit.

Tapi tetap saja membukit.

Tidur saja telentang.

Nangis saja lantang.

Gubrisan tak juga datang.

Dinginnya tatapan.

Bekunya genggaman.

Kakunya ucapan.

Apakah masih ada harapan?

Raga itu harusnya di sisi.

Ada daya tak ada porsi.

Kau tak juga mengerti.

Aku pantas dicintai.

Mau sampai gila.

Mau sampai tua.

Mau sampai mati.

Aku masih kau miliki.

Hanya ada satu yang pasti.

Yang selalu mengisi hati.

Tidakkah kau mengerti.

Aku sedang berbenah diri.

Pantaskah aku dicintai?

Bila selalu tak di sisi.

Pantaskah ku dimiliki?

Bila kau anggap tak perduli.

Percayalah hati ini getir.

Bukan hanya nafsu di hati.

Cintakah itu namanya?

Yang pasti kuharap kau mengerti.

Lagi-lagi aku jadi pihak yang kalah.

Dan kau selalu menang dengan rintangan.

Memang ini bukan permainan.

Tapi sebuah hati yang lelah jadi guyonan.

Jangan merasa kalah bila tidak salah.

Kita bukan dua kubu bertentangan.

Kita saling memiliki.

Hilangkan pikiranmu itu.

Percuma akan menambah beban.

Kita hanya perlu lebih saling mengerti. 

Kadang aku merasa kau mengerti.

Hanya dengan sikap ku berkata.

Kuharap kau mengerti.

Namun aku salah.

Sulit untuk berkata sulit tuk bicara.

Sulit tuk dimengerti sulit tuk dipahami.

Butuh waktu tuk memahami.

Hingga kabut semua pergi.

Tak perlu kau tangisi.

Tak perlu kau sakiti.

Semua kan terjadi sendiri.

Hingga saat kukecup dirimu

Kuharap kau mengerti.

Aku hanya tak ingin membagi dirimu.

Dada ini sesak oleh hembusan nafas.

Tak bisakah kau lihat.

Bahwa kasihku membuas meluas.

Tapi tetap satu batas.

Kita kekurangan kata.

Kita kekurangan percaya.

Namun tak kekurangan arti.

Sehingga cinta tak pernah basi.

Jiwa ini memang bebas.

Selalu terbang lepas.

Namun ingat akan sangkarnya.

Dan selalu kembali lagi.

~ You're my home that I will always come to...

Aku bukan sangkar.

Aku adalah sarang.

Pernahkah aku membelenggu?

Tentu saja tidak sayang.

Kau adalah sarang penuh madu...

My Photo

Photo Albums

March 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
Powered by Friendster Blogs